Memahami Peran Kode Etik Jurnalistik

Jurnalistik merupakan istilah yang berkaitan dengan informasi, penyampaian informasi, dan ragam peristiwa yang bersifat aktual dan faktual. Dalam dunia jurnalistik, terdapat istilah laporan jurnalistik, yakni laporan yang memberikan informasi khas sesuai dengan ciri jurnalis tertentu. Misalnya saja, jurnalisme politik atau jurnalisme gaya hidup. Dalam pemberitaan khusus tersebut, terdapat kode-kode yang memang wajib dipatuhi oleh para penulis jurnalistik agar informasi yang diberitakan dapat disampaikan dengan jelas kepada publik dan tidak menimbulkan asumsi yang salah dari pemberitaan.

Akan tetapi, tidak semua jurnalis mematuhi atau mempunyai ketentuan kode etik yang sama sehingga setiap wilayah atau negara dapat memiliki kode etik jurnalistik masing-masing. Dengan demikian, seorang jurnalis yang mewartakan berita perlu memahami benar prinsip-prinsip dan kode etik yang berlaku di Indonesia maupun di tempat dia bekerja.

Kode erik jurnalistik sendiri merupakan istilah yang mengacu pada profesi jurnalis, tepatnya adalah etika dan hukum yang berlaku bagi kepentingan penulisan jurnalistik. Berbicara mengenai masalah hukum, artinya kita juga berbicara soal keteraturan yang terbentuk di tengah-tengah masyarakat sehingga perumusan, penggunaan, pelaksanaan, dan pemahamannya perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat itu sendiri.

Mengapa hukum jurnalistik ini diperlukan? Karena pemberitaan tidak hanya bersifat informatif, tapi juga memiliki cirikhas yang mengundang empati masyarakat sebagai publik yang digiring opininya. Jika terdapat etika yang tidak dikehendaki oleh pembaca, maka tulisan bukannya menggirning opini publik secara positif, justru membuat masyarakat memiliki asumsi yang negatif terhadap pemberitaan, bahkan terhadap dunia jurnalistik itu sendiri. Oleh karena itu, etika jurnalistik sebenarnya diperlukan untuk mendukung dunia penulis agar dapat lebih memahami dan dipahami oleh masyarakat.

Kode etik jurnalistik sendiri sudah lama ada di Indonesia sudah ada sejak lama sehingga muncul undang-undang sendiri mengenai tindakan kejurnalistikan dan pers yang dijadikan sebagai panduan bersama bagi etika yang dipayungi oleh hukum negara. Meskipun begitu, masih banyak media yang melakukan tindakan atau pemberitaan di luar dari kode etik jurnalistik sehingga menimbulkan opini negatif dari masyarakat.

Kode etik jurnalitik sendiri biasanya diberikan sebagai dasar-dasar ilmu jurnalistik bagi para wartawan atau reporter, baik itu dalam pencarian berita maupun dalam penyampaiannya. Dengan begitu, setiap pekerja jurnalistik seyogianya sudah memiliki pemahaman mendasar mengenai hal ini agar dalam pembuatan dan penyampaian informasinya tidak dilakukan kesalahan-kesalahan fatal yang dapat menjerumuskan masyarakat pada berita dan pembentukan opini yang salah.

Hal ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa dengan adanya kode etik jurnalistik ini, maka pers dan media memiliki peranan penting dalam membentuk masyarakat di suatu negara. Dengan kode etik yang baik dan dijunjung oleh para pemegang dan penyampai informasi, maka berita dan informasi yang dihasilkan akan bersifat positif sehingga masyarakat dan opini publiknya pun akan bersifat positif.